Enamel, colored top coat untuk finishing warna duko
Enamel adalah salah satu jenis cat yang banyak dikenal dalam industry finishing termasuk juga wood finishing. Yang dinamakan dengan enamel adalah top coat yang dicampur dengan pigment warna sehingga cat ini bisa memberi pelapisan pewarnaan sekaligus juga membentuk gloss dari pelapisan yang dihasilkan. Cat enamel ini sangat banyak digunakan pada aotomotif coating atau cat besi atau metal yang menggunakan step pendek untuk proses finishingnya. Pada logam atau besi, maka enamel diaplikasikan pada permukaan metal yang sudah halus, rata sehingga dengan 1 kali aplikasi akan didapatkan permukaan dengan warna dan gloss yang rata.
Pada penggunaan untuk wood finishing enamel ini tidak bisa diaplikasikan secara sederhana seperti halnya pada besi atau logam atau plastic. Kayu memiliki permukaan yang bervareasi mulai dari pori, serat, warna dan bahkan porositas kayu sehingga tidak cukup dengan aplikasi 1 layer atau 2 layer untuk menghasilkan pewarnaan dan penampilan yang rata dan sama. Aplikasi finishing pada kayu pada umumnya membutuhkan banyak lapis untuk menghasilkan pewarnaan yang rata dan konsisten.
Aplikasi enamel pada permukaan juga seringkali membuat hasil penampilan yang kurang konsisten, penggunaan enamel memaksa satu material (enamel) untuk memenuhi 2 kebutuhan finishing sekaligus yaitu untuk membentuk warna sekaligus membantuk gloss dari finishing. Hal ini seringkali membuat kontrol menjadi lebih sulit, ketika aplikasi dilakukan untuk mengejar warna, maka seringkali glossnya jadi terabaikan, sebaliknya jika mengejar gloss, maka warnanya menjadi susah dijaga. Masalah ini menjadi lebih komplek ketika warna-warna khusus digunakan dan harus dicampur, penambahan pigment ke dalam enamel akan mempengaruhi komposisi dari campuran dan bisa mempengaruhi gloss dari cat. Belum lagi nanti jika berkaitan dengan ketebalan lapisan cat, perubahan ketebalan lapisan finishing akan mempengaruhi gloss dari finishing. Penambahan cat enamel untuk mengejar warna berpotensi untuk bertentangan dengan ketebalan lapisan finishing yang akhirnya akan membuat kontrol terhadap hasil finishing menjadi lebih susah.
Jenis-jenis cat enamel
Cat enamel ada banyak jenis dan warna. Jenis cat tergantung dari jenis binder (top coat) yang digunakan dalam campuran yaitu : NC enamel, PU enamel, Melamin enamel, UV enamel, Alkyd enamel.dll
- NC enamel
Adalah cat enamel yang menggunakan base top coat jenis NC. Cat ini memiliki sifat-sifat seperti nc top coat. Cat ini satu komponen, cepat kering, relative mudah diaplikasikan dengan pewarnaan yang bagus. Aplikasi enamel jenis nc ini membutukan pengadukan yang baik untuk bisa menghasilkan hasil penampilan dan pewarnaan yang konsisten
- PU Enamel
Cat enamel yang menggunakan base PU top coat. Seperti halnya PU coating, cat ini merupakan cat 2 komponen yang membutuhkan pencampuran yang benar ketika digunakan. Cat ini relatif lebih sulit dalam penggunaan dibandingkan cat jenis lain. Cat ini membutuhkan pencampuran yang akurat, pengadukan yang benar dengan kontrol aplikasi yang lebih rumit. Dibutuhkan ruangan yang bersih dan bebas debu untuk aplikasi dan pengeringannya.
- Alkyd enamel
Cat ini merupakan salah satu cat enamel yang banyak digunakan pada masa dulu. Cat ini biasanya digunakan untuk finishing-finishing yang sederhana. Aplikasi dilakukan dengan kuas dan mempunyai pilihan penampilan yang terbatas. Gloss yang tersedia adalah gloss tinggi, dengan pilihan warna yang terbatas pula. Cat ini merupakan salah satu cat yang dulu banyak digunakan untuk melapisi permukaan kayu pada rumah seperti pintu, dinding, atau mebel-mebel kuno dengan fungsi utama adalah untuk memberikan perlindungan.
- Waterbase enamel
Cat waterbase enamel untuk kayu realtif jarang ditemukan. Pada praktek finishing di lapangan, banyak yang menggunakan cat tembok untuk menggantikan cat enamel waterbase. Cat tembok dengan kualitas yang bagus bisa digunakan untuk menghasilkan finishing warna-warna solid pada produk kayu.
Kelebihan cat enamel
- System lebih singkat
PU enamel bisa digunakan untuk proses finishing yang simple dengan proses yang lebih singkat. Proses finishing enamel secara teori bisa dilakukan dengan lebih singkat, karena bisa menghilangkan aplikasi top coat. Pada substrat yang relative seragam yang memiliki warna dan sifat penyerapan bahan finishing yang seragam, enamel bisa digunakan untuk pembuatan warna-warna duko dengan hasil yang cukup baik. Proses finishing untuk bahan-bahan yang seragam seperti besi, aluminum bisa dilakukan dengan enamel dengan hasil ayng cukup baik.
- Resiko yellowing lebih kecil
Untuk warna-warna tertentu, penggunaan enamel juga mengurangi resiko terjadinya perubahan warna akibat dari lapisan cat di permukaan. Lapisan coating (top coat atau sealer) meskipun dibuat clear (tanpa warna) akan merubah penampilan dari finishing. Untuk cat yang mempunyai sifat yellowing (menguning), maka semakin tebal lapisan cat maka semakin besar yellowing yang nampak. Cat enamel yang tidak menggunakan lapisan top coat atau sealer di atasnya akan memiliki lapisan clear coating yang lebih tipis sehingga yellowing yang diakibatkan oleh lapisan coating akan menjadi lebih kecil.
Kelemahan cat enamel
- Kontrol lebih sulit
Cat enamel membutuhkan system dan aplikasi yang presisi untuk menghasilkan hasil penampilan dan warna yang konsisten. Hasil finishing baik warna dan look digantungkan pada 1 bahan saja yaitu enamel. Karena itu jika terjadi inkonsistensi pada material, pencampuran dan aplikasi akan segera berakibat pada hasil finishing yang tidak konsisten pula.
- Membutuhkan substrat yang seragam
Adanya vareasi pada permukaan substrate akan berakibat pada hasil finishing yang tidak konsisten pula. Warna dan porositas dari kayu yang bervareasi akan membuat hasil warna dan penampilan finishing menjadi tidak konsisten. Karena itu pada finishing kayu, pemakaian enamel selalu dikombinasikan dengan bahan-bahan yang lain. Enamel bisa digunakan sebagai lapisan terakhir setelah aplikasi bahan-bahan lain seperti filler, base coat dan sealer sehingga permukaan dibawahnya sudah relative seragam.
Penggunaan enamel dalam proses finishing kayu
Enamel banyak digunakan untuk finishing warna-warna duko (solid color) dengan gloss yang tidak terlalu complicated. Finishing high gloss bisa dibuat dengan enamel karena gloss akan dibentuk dengan proses rubbing. Finishing dengan dengan gloss medium bisa juga dibuat dengan cat enamel selama pengukuran terhadap gloss tidak terlalu straight. Jika finishing menghendaki hasil gloss yang presisi, maka sangat disarankan untuk tetap menggunakan top coat clear sebagai lapisan terakhir.

